Langganan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Post

No posts to display.

Advertising

Pelampiasan Libur Balap - Yamaha Xeon

Share this post

Tampang aslinya masih kentara, tapi lebih berisi, ya?
Tampang aslinya masih kentara, tapi lebih berisi, ya?

 

Walau usia sudah lawas, eh, maksudnya tua brader. Piss…. Namun kecintaan Dicky Suparman di dunia otomotif sangatlah besar. Pasalnya, pria itu adalah joki alias driver yang sering ngikut balap di arena sirkut Sentul, Bogor, Jabar. Tapi, selain nyetir di arena panas itu, beliau yang umurnya sekitar 50 tahun, juga suka memodifikasi tunggangan kesayangannya.

 

 

“Saya memodifikasi motor untuk mengisi waktu luang di saat sedang libur balapan. Jadi semua motor yang ada, saya modifikasi supaya tampilannya enggak kelihatan standar banget. Sekaligus menjadi daya tarik di paddock sirkuit,” ujar Dicky, sapaannya, yang punya 4 besutan di garasi rumahnya. Buset!

 

Yamaha Xeon, salah satu skutik yang masih perjaka ting-ting. Untuk menjadi Ayu Ting-ting. Lho? Dimodifikasi, brader! Demi mewujudkannya besutan tahun 2010 tersebut dikirim ke Joddy Ario, sang modifikator dari JDM Project (JDM-P) di Jl. Jatiwaringin Raya, No 1A, Bekasi, Jaktim. Sedangkan konsep yang diinginkannya gak terlalu neko-neko.

 

“Yang punya motor lebih mengutamakan bodi asli Xeon. Karena bentuk bodinya sangat cocok dengan tampilan kaki-kaki besar. Maka, diaplikasikan ban yang gambot alias bobber, dan terlihat lebih kekar atau berisi,” ujar Joddy, panggilan akrab sang modifikator JDM-P.

KAKI-KAKI
Karena bodi std banget alias standar, maka kaki-kaki yang diutamakan. Yakni, mengaplikasikan pelek palang merek Rotora berukuran 3 inci dibalut ban Corsa 100/70-14 ada di depan dan pelek 5 inci dililit ban yang sama profilnya 150/60-14 di bagian belakang.
Memasukkan pelek lebar, tentu posisi mesin jadi berubah. Yoi, gak brader? Yup! Alhasil, biar ban depan dan belakang tetap klop alias center bin lurus, maka engine mounting diubah dengan menggeser ke kiri sebanyak 3 cm. Sehingga buat manuver gak terasa liar atau goyang. Biar handling tetap nyaman mengaplikasikan sok depan merek Combiz dan belakang di bikin ciri khas JDM-P, yaitu dengan memakai double sok berlabel YSS. “Ini ciri khas dari bengkel kita,” kata modifikator ramah ini.

 



RIDING POSITION
Posisi riding sangat pas dengan postur tubuh pria yang berbadan subur ini. Maka itu, spidometer yang berkapasitas mesin 125 cc itu diungsikan, gantinya setang Yamaha X1 full set dari produk Thailand yang ditebus Rp 2 juta. Wew! Lalu, kulit jok orisinal punya Xeon, digantikan produk aftermarket bermerek MBtech. Jadi, duduknya makin nyaman dan gak merosot. Asal jangan disemir, brader!

 

 

Saluran gas buang skutik berlambang garputala tersebut telah yang mengaplikasikan sistem DiASil. Sangat cocok apabila dipadukan knalpot racing bermerek CLD tipe Terminator. Sehingga tarikan awal hingga atas makin ngacir.

 

Mantab, brader!

 

 

Gak ada batasan umur buat menyukai dunia modifikasi. Sekalipun usia udah kepala lima, yang penting eksis. Pastinya, gaya ubahan juga disesuaikan, dong! Nyaman dan keren, itu keharusan!

Naskah & Foto: Surya

 

Speksifikasi :
Pelek Depan Belakang : Rotora, 3 Inci & 5 Inci, Ban Depan Belakang : Corsa 100/70-14 & 150/60-14, Sok Belakang:  YSS Double Sok, Sok Depan : Combiz, Knalpot : CLD Terminator, Disk Brake Depan : TDR Racing, Kulit Jok : MB Tech, Handgrip: Kitaco, Spion : Twenty, Setang : Yamaha X1, Engine Mounting : Custom Geser Kiri 3 cm

 

Share this post