Langganan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Latest Post

No posts to display.

Advertising

Masalah Kabel Gas Skubek

Share this post

kabel gasKabel gas di skubek alias skuter bebek gampang diserang masalah. Selain lebih panjang dibanding bebek, posisi kabel yang berliku untuk sampai karburator membuat segala kemungkinan itu bisa terjadi. Jadi, buat pembesut skubek yang kurang care di soal perawatan, siap-siap aja menghadapi masalah gas seret atau macet.

Repotnya lagi kalau kabel gas sampai tidak mau balik. Akibatnya bisa runyam! Skubek melaju tanpa kendali alias liar. Kalau sudah begini, siap-siap aja gedubrak yang pasti berujung jadi nyeruduk apa yang ada di depan. Awaaaas...! Tapi tenang. Jang

an bingung kalau kena masalah kabel gas seperti ini. Jangan dulu langsung ambil kesimpulan. “LihatKLIK - Detail seksama apanya yang bermasalah. Baru putuskan solusinya,” wanti Pendy Suryanda, Supervisor Trainning Instruktur Senior R2, PT Indomobil Niaga International (IMNI).

KLIK - DetailJika selongsong gas diputar dirasa enteng dan tidak ada tarikan. Juga tidak mau balik lagi, periksa throttle gas (gbr. 1). “Ada kemungkinan, plastik pengait di throttleatau ujung tali gas sudah nggak berada pada posisi yang seharusnya,” terang Pendy yang berkacamata itu.

Kedua, kalau ditarik gas dirasa berat dan susah balik ke posisi semula, itu karena tali gas seret. “Bisa juga karena pemasangan yang salah setelah dibongkar. Atau ada karat di dalam tali gas, juga lantaran posisi yang menekuk,” tambah Stev. Roy Peny, Service Supervisor Kymco Bintaro, Jakarta Selatan.

Jika itu terjadi, periksa baik-baik pemasangannya. Mungkin ada yang nggak betulKLIK - Detail ketika pemasangan. Juga perlu dilakukan pemeliharaan rutin simpel dan bisa dikerjakan sendiri. “Caranya kasih oli dari ujung,” ujar Pendy yang bertubuh ramping.

Ingat, di dalam tali gas ada lapisan rumah tali yang berbentuk spiral (gbr. 2). Kalau ada air dan enggak keluar, maka potensi karatnya tinggi. Kalau sudah karat, jelas itu membuat alur tali gas jadi terhambat.

Jika semua dipastikan beres, tapi tali gas masih nggak nendang balik sehingga rpm tetap tinggi, silakan tengok per pembalik pada karburator (gbr. 3). “Kalau kondisi standar sih, kasus seperti ini jarang terjadi. Tapi, tetap ada kemungkinannya. Makanya, kalau semuanya beres tapi tetap nyangkut, itu berasal dari per pembalik,” yakin Roy.

 

BEDA ASLI DAN IMITASI

KLIK - DetailBuat penggeber Yamaha Mio dan Nouvo, kabarnya di pasaran sudah ada beredar kabel gas versi imitasi. Maklum, kedua skubek itu kan memang yang paling duluan mbrojol. Besarnya populasi membuat ada celah pasar untuk main di kelas imitasi.

Secara bentuk, memang tidak ada beda dengan versi orisinal. Cuma perhatikan seksama bungkus kabel gas. Kalau kemasan produk ori butek. Sedang imitasi justru punya bungkus lebih terang. KLIK - Detail

Kabel gas oridibungkus pelapis antiseret agar kabel gas bergerak lancar tanpa hambatan. Letak lapisan antiseret ini ada di ujung kabel. Panjangnya paling 10 cm. Beda dengan imitasi yang tidak dilapisi pelindung. Bila digunakan bakal langsung dirasa berat atau seret.

Perbedaan lain ada pada harga. “Harga orisinal sekitar Rp 40 ribuan. Kalau yang imitasi cukup rogoh kocek Rp 15-20 ribuan,” ujar Eko pemilik toko Sumber Aladin, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ingat, imitasi jelas beda dengan kabel gas skubek variasi, lho. Kalau variasi kan pilihan pengganti untuk versi orisinal. Itu terkait sama mdoel dan gaya. Kalau imitasi kan kualitasnya ada di bawah orisinal.

“Kabel gas variasi berwarna dan harga lebih mahal dari orisinal. Kabel gas variasi untuk Honda Vario, Yamaha Mio dan Yamaha Nouvo ada di kisaran harga Rp 60.000 hingga Rp 80.000,” ujar Deni mekanik Kodok Motor di Jl. Rajawali Jakarta Pusat.

 

SUBSTITUSI KABEL GAS

KLIK - DetailJika kesulitan mencari kabel gas orisinal, ada juga yang bisa dijadikan substitusi. “Bisa pake kabel kopling Vespa,” ujar Medi, mekanik dari Free Motor asal Jl. Kebagusan Raya, No. 37, Jakarta Selatan.

Tentu perlu sedikit akal. Nipel Vespa lebih besar dari punya skubek. Jadi, perlu papas nipel agar jadi lebih kecil supaya masuk di rumah nipel gas dan rumah nipel karburator.

Billy dari bengkel Billy Speed yang bermarkas di Jl. Taruna Jaya 2,  Kemayoran, Jakarta Pusat, juga punya cara lain. “Bisa menggunakan kabel rem belakang sepeda atau kabel gas Vespa,” ujar Kubil sapaan akrab Billy.

Besarnya nipel sama dengan kabel gas standar. Jadi tidak perlu lagi papas nipel untuk pemasangan di rumah gas dan rumah nipel karburator. Tapi ingat, kabel rem sepeda dan kabel gas Vespa atau kabel kopling Vespa cuma punya satu nipel permanen dan satu nipel jepit. Panjangya juga sama dengan kabel gas orisinal.

Untuk nipel yang dipasang di throttle gas biasanya permanen. Sedang nipel jepit biasanya dipasang pada karburator. Guna memperkuat nipel jepit, bisa dengan cara disolder. “Jangan lupa menggunakan pasta solder untuk memperkuat ikatan timah,” pesan Billy.

{mosgoogle center}

Share this post